Kursus inti tata bahasa Mandarin — Kesalahan tata bahasa umum

Pletec LLC Editorial Team ·

Bagi penutur bahasa Indonesia, urutan SVO terasa akrab, tetapi waktu, tempat, penanda aspek, dan pelengkap harus tetap pada posisi khas Mandarin.

Baca polanya, tutup terjemahan, lalu bangun kembali kalimat dari maknanya. Kembali ke artikel rinci untuk nuansa dan pengecualian.

Cara memakai
我书看。
Wǒ shū kàn.
我看书。
Wǒ kàn shū.
Kerangka: subjek–waktu–tempat–verba–objek
Mandarin biasanya menempatkan verba lebih awal dan waktu sebelum tindakan. Bangun dulu inti subjek–verba–objek, lalu tambahkan keterangan.
我是很忙。
Wǒ shì hěn máng.
我很忙。
Wǒ hěn máng.
Predikat nomina, adjektiva, dan verba
Predikat nomina biasanya memerlukan 是, sedangkan adjektiva dapat langsung menjadi predikat. 很 sering membuat deskripsi netral, bukan semata-mata berarti “sangat”.
我昨天不去了北京。
Wǒ zuó tiān bù qù le běi jīng.
我昨天没去北京。
Wǒ zuó tiān méi qù běi jīng.
Penyangkalan: 不, 没(有), 别
Gunakan 不 untuk kebiasaan, niat, dan masa depan; gunakan 没(有) untuk tindakan yang tidak terjadi. 别 adalah permintaan larangan langsung.
你什么喝?
Nǐ shén me hē?
你喝什么?
Nǐ hē shén me?
Bertanya tanpa inversi
Kata tanya tetap berada di tempat jawaban seharusnya muncul. 吗, pola A不A, dan kata tanya tidak membalik susunan kalimat.
二书本
Èr shū běn
两本书。
Liǎng běn shū.
Angka dan kata ukur
Angka biasanya memerlukan kata ukur sebelum nomina; 两 lazim dipakai sebelum kata ukur. Pelajari nomina bersama kata ukurnya.
他比我很高。
Tā bǐ wǒ hěn gāo.
他比我高。
Tā bǐ wǒ gāo.
Perbandingan dan tingkat
Dengan 比, jangan memakai 很 sebelum adjektiva. 没有 berarti “tidak se…”, sedangkan 一点儿 dan 更 mengatur tingkat.
我会是老师。
Wǒ huì shì lǎo shī.
我想当老师。
Wǒ xiǎng dāng lǎo shī.
Verba modal dan niat
会 berarti kemampuan yang dipelajari atau prediksi; 能 kemungkinan nyata; 可以 izin; 想 dan 要 keinginan atau rencana. Semuanya bukan satu kata “bisa”.
我学习中文在家。
Wǒ xué xí zhōng wén zài jiā.
我在家学习中文。
Wǒ zài jiā xué xí zhōng wén.
Waktu, tempat, dan gerak
Waktu dan tempat berlangsungnya tindakan biasanya berada sebelum verba. Jangan menyalin mentah posisi keterangan bahasa Indonesia.
  1. Kerangka: subjek–waktu–tempat–verba–objek

    Mandarin biasanya menempatkan verba lebih awal dan waktu sebelum tindakan. Bangun dulu inti subjek–verba–objek, lalu tambahkan keterangan.

  2. Predikat nomina, adjektiva, dan verba

    Predikat nomina biasanya memerlukan 是, sedangkan adjektiva dapat langsung menjadi predikat. 很 sering membuat deskripsi netral, bukan semata-mata berarti “sangat”.

  3. Waktu, tempat, dan gerak

    Waktu dan tempat berlangsungnya tindakan biasanya berada sebelum verba. Jangan menyalin mentah posisi keterangan bahasa Indonesia.

  4. Penyangkalan: 不, 没(有), 别

    Gunakan 不 untuk kebiasaan, niat, dan masa depan; gunakan 没(有) untuk tindakan yang tidak terjadi. 别 adalah permintaan larangan langsung.

  5. Bertanya tanpa inversi

    Kata tanya tetap berada di tempat jawaban seharusnya muncul. 吗, pola A不A, dan kata tanya tidak membalik susunan kalimat.

  6. Pewatas: 的, 地, 得

    的 menerangkan nomina, 地 menunjukkan cara sebelum verba, dan 得 membuka pelengkap sesudah verba. Tentukan dulu unsur yang sedang diterangkan.

  7. Angka dan kata ukur

    Angka biasanya memerlukan kata ukur sebelum nomina; 两 lazim dipakai sebelum kata ukur. Pelajari nomina bersama kata ukurnya.

  8. Keberadaan, lokasi, dan identifikasi

    有 memperkenalkan sesuatu yang ada, 在 menyatakan lokasi sesuatu yang sudah diketahui, dan 是 mengidentifikasi atau menggolongkan. Pilihan ini mengubah fokus informasi.

  9. Peristiwa selesai dengan 了

    了 bukan bentuk lampau otomatis; ia menandai tindakan berbatas atau keadaan baru yang relevan. Perhatikan kaitannya dengan saat ini.

  10. Sedang berlangsung, keadaan, dan pengalaman

    在/正在 menunjukkan proses, 着 keadaan yang berlanjut, dan 过 pengalaman. Pilih dulu sudut pandang terhadap tindakan.

  11. Verba modal dan niat

    会 berarti kemampuan yang dipelajari atau prediksi; 能 kemungkinan nyata; 可以 izin; 想 dan 要 keinginan atau rencana. Semuanya bukan satu kata “bisa”.

  12. Perbandingan dan tingkat

    Dengan 比, jangan memakai 很 sebelum adjektiva. 没有 berarti “tidak se…”, sedangkan 一点儿 dan 更 mengatur tingkat.

  13. Pelengkap hasil dan arah

    Pelengkap menunjukkan keberhasilan, penyelesaian, penemuan, atau arah tindakan. Ia melekat pada verba sebagai bagian predikat.

  14. Durasi, frekuensi, dan pengulangan

    Durasi menjawab “berapa lama”, frekuensi “seberapa sering”, dan jumlah pengulangan “berapa kali”. Posisi juga bergantung pada objek.

  15. 把: menangani objek yang dikenal

    把 memajukan objek tertentu yang terkena tindakan dan biasanya memerlukan hasil, tempat, jumlah, atau efek lain. Ini bukan hiasan urutan biasa.

  16. 被: menonjolkan yang terkena dampak

    被 menaruh orang atau benda yang terkena dampak di depan, khususnya jika hasilnya penting atau tidak diinginkan. Pelaku dapat tidak disebutkan.

  17. Kata relasi: 在, 从, 到, 给, 跟, 对

    Kata-kata ini mengenalkan latar, asal, tujuan, penerima, teman, atau sudut pandang sebelum verba utama. Bacalah sebagai hubungan, bukan terjemahan lepas.

  18. Verba serial dan tujuan

    Beberapa verba dengan subjek sama dapat dirangkai tanpa tambahan “untuk” atau “dan”. Susun menurut urutan tindakan nyata.

  19. Penghubung dan logika

    因为…所以…, 虽然…但是…, dan 如果…就… memperjelas sebab, kontras, dan syarat. Jika konteks jelas, kedua bagiannya tidak selalu harus muncul.

  20. Partikel akhir dan reduplikasi

    吗, 呢, 吧, dan 了 di akhir mengatur pertanyaan, konteks bersama, pelunakan, dan perubahan. Reduplikasi membuat tindakan singkat atau permintaan lebih ringan.

  21. Membaca per blok tata bahasa

    Sebelum menerjemahkan, temukan predikat utama. Pisahkan waktu, tempat, frasa relasi, pewatas, dan pelengkap agar kalimat panjang lebih jelas.

  22. Menulis paragraf terkendali

    Tulis dari kerangka: topik, waktu/tempat, tindakan, hasil, dan alasan. Periksa kata ukur, negasi, dan aspek sebelum menambah kosakata sulit.

  23. Menyunting melalui perbandingan

    Saat menyunting, tanyakan secara khusus: 不 atau 没? 的 atau 得? 比 atau 没有? Kemudian baca keras susunan informasinya.

  24. Ulasan kumulatif dan diagnosis

    Diagnosis harus menunjukkan langkah belajar berikutnya, bukan hanya nilai. Bangun kembali jawaban dari makna, lalu kembali pada satu pola lemah besok.

Untuk setiap pola, ucapkan atau tulis kalimat baru dengan waktu, tempat, atau objek Anda sendiri.